Fitur call divert a.k.a pengalihan panggilan untuk dua produk telkomsel yang saya pakai bermasalah sejak beberapa hari ini. Saya memang sering menggunakan layanan call divert ini sejak berlanganan telkomsel flash unlimited, hanya saja kali ini saya tidak bisa menonaktifkannya seperti semula.Alhasil, semua panggilan tidak bisa masuk (all incoming calls still diverted). Saya sudah mencoba beberapa kali untuk menonaktifkan fitur pengalihan panggilan ini, tapi tetap saja gagal.
Awalnya saya pikir masalahnya pada ponsel saya. Tapi tidak logis juga, soalnya saya mengalihkan panggilan untuk dua nomor sekaligus (2 buah simcard), Simpati, dan Kartu Halo. Untuk memastikan hal ini, saya mencoba menonaktifkan fitur pengalihan panggilan ini di ponsel lain, bahkan untuk merk yang berbeda (Nokia dan Samsung). Tapi, hasilnya tetap saja sama, gagal.
Saya pun akhirnya menyerah, terpaksa harus menghubungi Telkomsel Caroline lagi. Kurang lebih cuplikan percakapannya seperti ini (antara saya dan Customer Service Representative Telkomsel, untuk selanjutnya disingkat CSR):
Telkomsel Caroline (111):
...
Saya: "Mbak, saya pengen menonaktifkan fitur call divert saya, gimana nih?"
CSR: "Pengalihan panggilan untuk apa pak?"
(Eh, sebelumnya verifikasi dulu, prosedur standar yang biasa dilakukan untuk pengguna kartu Halo, pertanyaannya banyak sekali, nanyain nama, alamat, nama ibu kandung, tanggal lahir, tahun lahir, cape deh :P)"
...
Saya: "Untuk semua panggilan masuk mbak (All incoming calls)"
CSR: "Untuk menonaktifkannya, silakan ketik ##21#, terus OK/Call..."
Saya: "Kalau gak bisa mbak? eh bisa nggak dinonaktifkan langsung di situ?"
CSR: "Wah, untuk saat ini belum bisa pak..."
Saya: "(Kapan dong bisanya: dalam hati)?"
CSR: "Dicoba aja dulu, nanti kalau nggak bisa telpon lagi aja pak"
Saya: "(Emang enak nelpon Caroline melulu, kelamaan nunggu: ini jg dalam hati). Iya deh mbak, nanti saya coba dulu. Makasih"
...
Saya pun mencoba mendial ##21# (terus OK/Call) seperti yang disarankan oleh mbak CSR tadi, tapi hasilnya tetap saja sama. Pesan error senantiasa muncul: "Not Allowed" atau "Tidak Boleh". Waduh, gawat.
Karena merasa tidak puas, saya pun menghubungi Caroline lagi, kali ini lewat nomer simpati, jadi aksesnya via 116, tapi sayang bukan suara cewek lagi, soalnya udah lewat tengah malam :P
...
Saya: "Mas, saya mau menonaktifkan fitur call divert nih, tadi udah nyoba ##21#, tapi tetep nggak bisa."
CSR: "(Seperti biasa, sebelumnya nanyain nama dan nomer gsm). Call divert untuk apa mas?"
Saya: "Semua panggilan masuk."
CSR: "Coba pake ##002# terus OK/Call."
Saya: "Kalau tetapi tidak bisa gimana mas?"
CSR: "Coba aja dulu, nanti telpon balik lagi kalau nggak bisa."
Saya: "(Telpon lagi? Cape deh, kelamaan): dalam hati lho. Waduh mas, masalahnya ini udah berapa hari nih, kalau bisa diproses secepatnya, tolong dong mas."
CSR: "Bapak pake ponsel merk apa?"
Saya: "Nokia 6120 Classic."
CSR: "Nanti saya laporkan dulu mas, ditunggu aja akan diproses oleh bagian teknis maksimal 2 x 24 jam (untuk simpati saya), dan 4 x 24 jam (untuk kartu halo saya)."
Saya: "Hufff..."
...
Saya pun pasrah, dan harus menunggu dua sampai empat hari lagi. Artinya selama itu saya nggak bisa menerima panggilan telepon lewat nomer GSM saya dan untuk dua nomer sekaligus (Simpati dan KartuHalo), sial.
Selama ini saya selalu menggunakan fitur ini, tapi kejadian semacam ini baru terjadi. Mengapa oh mengapa?
Update terakhir (02/09/2008):
Fitur call divertnya sudah normal kembali, sesuai dengan tenggat waktu 2 x 24 jam yang dijanjikan oleh CSR Telkomsel. Meskipun agak susah menghubungi Caroline, tapi saya salut dengan orang-orang teknisnya. Sip deh, nomer GSM saya udah bisa dihubungi lagi, kecuali nomer Telkom Flexi saya nih, ada masalah juga, gak bisa ngirim SMS, wualah, silih berganti.
Tips:
Sebaiknya jangan mengaktifkan layanan ini untuk semua panggilan (all voice calls), biar lebih aman, lebih baik memilih salah satu, if out of reach (jika sedang berada di luar jangkauan atau nomer sedang tidak aktif), jadi panggilan hanya akan dialihkan jika kondisi tersebut terpenuhi. Jadi inget sama mata kuliah pemrograman, struktur kondisional if then else, halah.
Anda dapat mengetahui update terakhir blog ini. Silakan klik di sini atau diantarkan langsung ke alamat email Anda:
8 komentar:
Leave comments.