Penurunan tarif percakapan merupakan kabar gembira bagi pengguna seluler, baik CDMA maupun GSM. Melakukan panggilan telepon selama berjam-jam saat ini sudah bukan hal yang luar biasa, nelpon sejam bisa dibilang sangat murah, tapi apakah betul demikian?
Para operator memang gencar-gencarnya perang tarif. Rata-rata menelpon sejam kurang lebih hanya Rp 3000, bahkan ada yang menawarkan harga yang lebih murah lagi. Namun, dibalik murahnya tarif tersebut, Quality of Service ternyata tidak sebanding dengan apa yang diharapkan.
Saya sendiri sangat kecewa dengan hal ini. Operator yang dulunya ngasih layanan yang memuaskan, (Telkomsel, red), turut pula banting layanan, wah. Memang tarif nelpon sejam cuma Rp 3000,- tapi kalau sering tulalit? Belum lagi terjadinya 'error conecction' atau sambungan terputus pada saat sedang menelepon.
Ya, secara otomatis, jika dihitung-hitung, pelanggan harus membayar mahal karena seringya terjadi pemutusan sambungan telepon, meskipun katanya tarifnya murah. Hm..
Jadi bingung harus percaya kepada operator yang mana?
0 komentar:
Post a Comment
Leave comments.