Jepang tercatat sebagai negara dengan akses internet broadband tercepat dengan download speed rata-rata 93,7 mbps. Sementara Amerika Serikat masih tertinggal jauh dengan kecepatan download rata-rata sekitar 8,9 mbps. Tidak hanya itu, tarif internet rata-rata di Jepang yang paling murah, hanya sekitar $US 0,13 atau Rp 1.196,- per mbps.(detikinet).
Singapura yang selama ini menjadi jembatan internet Indonesia dengan dunia luar tentu saja belum ada apa-apanya bila dibandingkan dengan Jepang. Lha, Amrik aja masih kalah jauh sama Jepang.
Pengguna internet di Indonesia yang jumlahnya sekitar 20 juta orang di tahun 2007 ini hanya bisa menggigit jari untuk bisa menikmati internet broadband dengan tarif yang murah. Kebutuhan pemakaian internet akan semakin meningkat di tahun 2008. Hal ini berarti jumlah pemakai internet di Indonesia pun kian melonjak.
Untuk menggunakan layanan internet broadband di Indonesia, para pelanggan bisa memilih sesuai dengan kebutuhan. Saat ini layanan internet kecepatan tinggi (3.6 mbps) sudah tersedia bahkan untuk pengguna mobile. Cukup dengan telepon genggam atau modem yang mendukung teknologi 3G (384 kbps) atau HSDPA (3.6 mbps), pelanggan bisa menikmati internet kapan dan dimana saja, dengan tarif yang mahal :)
Pelanggan biasanya mengeluhkan perangkat yang digunakan karena harganya masih mahal. Sekarang di pasaran sudah tersedia data card (modem PCMCIA) seharga Rp 800 rb-an dan sudah memiliki fitur HSDPA (3,6 mbps). Jadi, pelanggan memiliki alternatif untuk memiliki device yang murah dari pada harus membeli ponsel HSDPA yang harganya di atas 3 jutaan.
Operator sendiri pun sudah menyediakan berbagai alternatif untuk menggunakan layanan ini, baik berupa paket data maupun time based, meskipun masih berbasis quota pemakaian. Ada yang menawarkan untuk berlangganan selama periode tertentu dengan bonus DataCard (modem).
XL saja misalnya, yang saat ini telah menggelar jaringan bawah laut BRCS (Batam Sungai Rengit Cable System), menawarkan tarif seharga Rp 99.000 /bln untuk quota pemakaian sebesar 250 MB dan Telkomsel dengan tarif Rp 350 /menit (Pay As You Go) untuk produk Telkomsel Flashnya. Murah tidak? Anda pasti sepakat untuk bilang 'tidak'. Wajar koq, kan kita tinggal di Indonesia, jadi mesti harus bersabar.
Di Makassar sendiri, penyedia layanan internet (ISP) yang sudah ada selain untuk operator seluler antara lain TelkomSpeedy, Internux, Lintasarta (Corporate), dan PadiNet (Corporate).
Untuk keperluan mobile dan di rumah, saya sendiri masih menggunakan layanan GPRS Unlimited yang digelar oleh QUASARnet bekerjasama dengan XL dengan tarif flat Rp 275.000 per bulan. Dan rencananya pada bulan Januari 2008, kapasitas layanan akan ditambah hingga 256 kbps (3G unlimited). Benar-benar unlimit, tanpa batas pemakaian dan bisa saya gunakan selama tersedia jaringan XL. Untuk kebutuhan komunikasi saya menggunakan TelkomFlexi, Telkomsel, dan XL.
2 komentar:
Leave comments.